Perkebunan Kelapa Sawit Di Indonesia

No comment 148 views

Perkebunan Kelapa Sawit - Minyak kelapa sawit adalah salah satu yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi untuk bahan membuat minyak dunia. Minyak produksi yang efisien dan sangat stabil murah ini digunakan dalam berbagai makanan, kosmetik dan kebersihan produk, dan dapat digunakan sebagai sumber untuk bio-bahan bakar atau biodiesel. Sebagian besar minyak sawit diproduksi di Asia, Afrika dan Amerika Selatan karena pohon-pohon membutuhkan suhu hangat, sinar matahari dan banyak hujan untuk memaksimalkan produksi. Sebuah efek samping negatif dari produksi minyak sawit - terlepas dari dampaknya terhadap kesehatan masyarakat karena tingginya tingkat lemak jenuh. Bisnis kelapa sawit adalah bisnis kelapa pendorong utama deforestasi di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Dan Indonesia adalah penghasil gas rumah kaca terbesar setelah China dan Amerika Serikat. Perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia berada di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan moratorium lima tahun pada konsesi perkebunan kelapa sawit baru melalui instruksi presiden. Presiden Indonesia Joko Widodo itu adalah salah satu prioritas utama untuk menjaga lingkungan yang sehat dan berkelanjutan, terutama setelah kecaman internasional atas kebijakan lingkungan yang lemah di Indonesia meningkat karena maraknya menghancurkan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra serta penyebaran beracun kabut ke bagian lain dari Asia Tenggara antara Juni dan Oktober 2015.

 

perkebunan kelapa sawit

 

Indonesia adalah produsen terbesar di dunia dan eksportir minyak sawit mentah (CPO) dan oleh karena itu industri adalah penghasil devisa utama dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan rakyat Indonesia. Widodo sebelumnya menekankan bahwa ia tidak ingin melemahkan produksi minyak sawit Indonesia dengan membatasi perkebunan tambahan. Sebaliknya, ia ingin meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa yang ada dengan menggunakan teknik pertanian yang lebih efisien dan benih serta penanaman pohon baru (peremajaan).

Kepala Ekonomi Menteri Indonesia Darmin Nasution menambahkan bahwa pemerintah akan memanfaatkan "Single Kebijakan Peta", peta referensi tunggal yang selaras semua peta dari lembaga negara yang berbeda untuk skala 1: 50.000 untuk mencegah konsesi tumpang tindih lahan. Dengan mengambil peta ini sebagai titik acuan dapat menjadi diketahui apakah perkebunan baru ditambahkan selama lima tahun ke depan.

Efek samping dari moratorium lima tahun adalah bahwa perkebunan di Indonesia akan menjadi lebih berharga. Beberapa pemilik perkebunan kelapa sawit Indonesia telah menghubungi Indonesia Investasi untuk mencari pembeli untuk perkebunan kelapa sawit mereka.

 

Indonesia & Lingkungan

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Laporan ilmiah mengatakan kebakaran hutan di pulau-pulau Indonesia dari Sumatera dan Kalimantan yang terjadi pada akhir-2015 dirilis sekitar 11,3 juta ton karbon setiap hari (angka yang melebihi 8,9 juta ton emisi karbon setiap hari di Eropa Persatuan). kebakaran hutan ini di Indonesia adalah salah satu bencana alam terburuk yang pernah dicatat. Lebih dari 100.000 kebakaran hutan buatan manusia hancur 2,6 juta hektar lahan dalam jangka waktu lima bulan. Menurut Bank Dunia, biaya kerugian Indonesia sebesar Rp 221000000000000 (approx. USD $ 16 milyar atau 1,9 persen dari produk domestik bruto negara itu).

Secara tradisional, petani Indonesia menggunakan tebas bakar untuk membuka hutan untuk perluasan kelapa sawit dan perkebunan pulp & kertas. Meskipun praktek-praktek tersebut adalah ilegal, lemah fasilitas penegakan hukum kehancuran seperti Indonesia untuk lingkungan.

 

Statistik Ekspor dan Produksi Minyak Kelapa Sawit di Indonesia:

 

kelapa sawit

 

Presiden Joko Widodo berencana untuk mendorong melalui moratorium konsesi baru untuk perkebunan kelapa sawit dan lahan untuk kegiatan pertambangan, dalam upaya untuk melindungi lingkungan. Ini berarti tidak ada lagi izin atau lisensi untuk perusahaan kelapa sawit dan pertambangan untuk memperluas di Indonesia.

"Kami tidak membiarkan ini terjadi lagi. Konsesi pertambangan seharusnya tidak lagi tumpang tindih dengan lahan konservasi," katanya, menambahkan bahwa hasil dari konsesi kelapa sawit yang ada bisa berlipat ganda dengan biji yang lebih baik.

Kami tidak membiarkan ini terjadi lagi. konsesi pertambangan seharusnya tidak lagi tumpang tindih dengan lahan konservasi. PRESIDEN JOKO WIDODO, pada moratorium yang direncanakan pada izin baru. "Kami harus berani untuk melakukan itu, kita harus konkret, nyata," kata Presiden, saat ia merilis penyu ke laut.

Industri analis mengatakan pengumuman Mr Joko merupakan indikasi bahwa pemerintah Indonesia adalah mendengarkan pendukung hijau. Kebanyakan juga mengatakan bahwa produktivitas adalah cara untuk pergi jika Indonesia serius membatasi deforestasi sambil mempertahankan hasil yang stabil dari perkebunan yang ada. "Ruangan untuk meningkatkan produktivitas sangat besar, mengingat fakta bahwa produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah kurang dari setengah tingkat Malaysia," kata Zulfahmi, seorang konsultan senior di berbasis di Jakarta kelompok hijau Aidenvironment.

Oktober lalu, pemerintah juga mengatakan akan mencakar kembali konsesi di lahan gambut rawan kebakaran yang belum dibudidayakan. Perkiraan terbaru oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit dan pulp mengambil sekitar 11 juta ha dan 4,5 juta ha lahan di Indonesia, masing-masing. Mr Ekadharmajanto Kasih, presiden direktur perusahaan minyak sawit Sampoerna Agro, menyatakan keprihatinan atas kurangnya rincian dalam moratorium yang direncanakan. "Tidak jelas apakah moratorium adalah pada tanah di mana izin telah dikeluarkan untuk perkebunan," katanya.

Incoming search terms:

  • minyak kelapa sawit 2017
author

Leave a reply "Perkebunan Kelapa Sawit Di Indonesia"